Gratis Ongkir, Ongkir Flat, atau Sesuai Tarif: Mana yang Paling Menguntungkan

Gratis Ongkir, Ongkir Flat, atau Sesuai Tarif: Mana yang Paling Menguntungkan

Gratis ongkir menaikkan konversi tetapi memakan margin, sementara ongkir apa adanya membuat pembeli mundur di detik terakhir. Ini cara menghitung mana yang cocok untuk toko Anda.

Ongkir adalah alasan pembatalan paling umum di keranjang belanja. Tetapi menanggungnya sepenuhnya juga bukan jawaban otomatis — banyak toko menggratiskan lalu kehilangan seluruh margin tanpa penjualan naik cukup banyak.

Tiga model yang umum dipakai

1. Sesuai tarif

Pembeli membayar persis seperti tarif ekspedisi.

  • Kelebihan: margin produk tetap utuh, tidak ada risiko rugi di rute jauh.
  • Kekurangan: pembeli di luar Jawa melihat angka besar dan sering batal.
  • Cocok untuk: barang bernilai tinggi, atau toko yang pembelinya sudah loyal.

2. flat

Satu tarif tetap untuk semua tujuan, misalnya Rp15.000 ke mana pun.

  • Kelebihan: mudah dipahami pembeli, dan menghilangkan kejutan di checkout.
  • Kekurangan: Anda menombok pada rute jauh. Kalau porsi pembeli luar Jawa besar, ini bisa menggerus habis.
  • Cocok untuk: produk ringan dengan sebaran pembeli yang mayoritas satu pulau.

3. Gratis dengan syarat

Gratis di atas nilai belanja tertentu, misalnya minimal Rp200.000.

  • Kelebihan: menaikkan nilai belanja rata-rata, karena pembeli menambah barang agar mencapai ambang.
  • Kekurangan: ambangnya harus dihitung, bukan ditebak.
  • Cocok untuk: hampir semua toko, asalkan ambangnya benar.

Cara menghitung ambang gratis

Rumus praktisnya: ambang = (rata-rata ÷ margin persen) × 1,3

Contoh: rata-rata Rp20.000, margin kotor 30%.

  • Rp20.000 ÷ 0,30 = Rp66.667 — ini titik impas, di mana margin hanya menutup.
  • Dikalikan 1,3 → sekitar Rp87.000, dibulatkan menjadi Rp90.000 atau Rp100.000.

Menetapkan ambang di bawah titik impas berarti setiap pesanan gratis justru mengurangi keuntungan.

Model campuran yang banyak dipakai

Banyak toko memakai kombinasi: sesuai tarif sebagai dasar, gratis untuk belanja di atas ambang, dan subsidi sebagian untuk wilayah tertentu yang ingin digarap. Yang penting, aturannya ditulis jelas di halaman produk supaya tidak menimbulkan perdebatan.

Jangan lupa hitung retur

Perhitungan sering lupa memasukkan biaya paket yang kembali. Bila rasio retur Anda 5% dan dua arah Rp40.000, itu berarti tambahan biaya Rp2.000 per pesanan yang harus ikut masuk hitungan sebelum menentukan ambang gratis.

Dasarnya tetap tarif yang benar

Semua model di atas hanya berfungsi bila angka dasarnya akurat. Mengecek tarif beberapa ekspedisi sekaligus lewat Kurir Pedia membuat Anda tahu sebenarnya per rute, termasuk berat volume, sehingga ambang gratis dan tarif flat yang Anda tetapkan berpijak pada angka nyata — bukan perkiraan.

Tagar